• distributor tepung beras
  • produsen tepung ketan
  • pabrik tepung beras
Tepung Beras

Distributor Gula Pasir

Distributor Gula Pasir

Bicara soal distributor gula pasir, gula pasir merupakan karbohidrat yang termasuk dalam sumber energi dan juga komoditi perdagangan utama. Gula merupakan zat sukrosa yang dapat diperoleh dari cairan bunga nira (kelapa) yang biasa disebut dengan enau, juga bisa berasal dari cairan dari batang tebu, bit gula atau aren. Proses untuk menghasilkan gula dapat melalui beberapa tahap, seperti ekstrasi (pemerasan) yang dilanjutkan dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan).

Gula sudah ada di Indonesia sejak masa lampau dan dulu hanya lewat cairan nira kelapa atau enau sertar dari batang Tebu. Tebu merupakan tumbuhan asli dari Indonesia, tepatnya berada di bagian Timur Indonesia. Masa-masa gemilang perkebunan tebu di Indonesia dicapai pada awal tahun 1930-an, dengan adanya 179 pabrik pengolahan dan juga produksi 3 juta ton per tahunnya. Gula juga pernah mengalami kemerosotan di Indonesia. Pada akhir dekade 1930, hanya tersisa 35 pabrik gula dan hanya memproduksi 500 ribu ton gula per tahun. Pada tahun 1957, semua pabrik gula di Indonesia dinasionalisasikan dan pemerintah juga ikut menangani industri ini. Sejak tahun 1967 hingga sekarang, Indonesia sukses menjadi importir gula.

Distributor gula pasir menjadi penghasilan utama

distributor gula pasir

Hanya beberapa negara yang mampu menghasilkan gula, terutama negara-negara yang beriklim hangat seperti Australia, Brasil, dan Thailand. Indonesia sempat menjadi produsen utama gula sebelum merdeka, tepatnya tahun 1930-an, tapi akhirnya tersaingi oleh industri gula yang tentunya lebih efisien. Penghasil gula terbesar di dunia adalah Amerika Latin, negara-negara Karibia, dan beberapa negara di Asia Timur.

Beda lagi dengan gula bit yang hanya dapat diproduksi di tempat-tempat yang memiliki iklim sejuk seperti Eropa Barat Laut dan Timur, Jepang Utara, dan beberapa daerah di Amerika Serikat. Musim panennya biasanya berakhir pada bulan September. Pemanenan tersebut berlanjut ke pemrosesan hingga Maret. Lamanya proses tersebut tergantung dengan ketersediaan tumbuhan dan cuaca.

Diketahui bahwa pengimpor terbesar gula adalah Uni Eropa (UE). UE pun menerapkan peraturan pertanian tentang kuota maksimum produksi dari setiap anggota mengenai permintaan, penawaran, dan harga. Gula-gula ini merupakan gula “kuota” yang berasal dari industry levies, sisanya merupakan gula “kuota c” yang biasanya dijual di pasar tanpa adanya subsidi. Tingginya harga tersebut membuat pasar gula diserang oleh glukosa sirup yang harganya relatif murah. Walaupun banyaknya glukosa sirup yang dijual tapi tetap saja masih lebih banyak distribusi gula pasir.

Cara memilih gula pasir yang baik untuk dikonsumsi

Gula memang menjadi penyedap rasa untuk setiap masakan, dan salah satu gula yang sering digunakan adalah gula pasir. Banyaknya distributor gula pasir membuat gula pasir mudah didapatkan di mana-mana. Namun, kamu harus pintar-pintar nih untuk memilih gula pasir yang baik untuk dikonsumsi. Agar tidak salah pilih, berikut ciri-ciri gula pasir yang baik untuk dikonsumsi.

Ciri pertama yang harus kamu perhatikan adalah warnanya. Warna gula pasir yang baik adalah kuning atau tidak putih. Biasanya kalau gula pasir berwarna terlalu putih sudah diberi bahan pewarna. Cobalah untuk pilih gula pasir berwarna kuning gading. Gula jenis ini rasanya tentu akan jauh lebih alami. Ciri kedua adalah bertekstur kasar. Gula pasir yang baik dikonsumsi akan terasa kasar dan bergeronjol saat dipegang. Kalau warnanya terlalu putih dan halus saat dipegang, bisa jadi gula tertsebut merupakan gula rafinasi yang digunakan untuk membuat produk gula kemasan.

Ciri ketiga yang harus kamu perhatikan adalah bahwa gula pasir itu tidak berarir atau basah. Gula pasir yang dibeli dalam keadaan berair atau basah, berarti gula tersebut sudah mengalami penurunan kualitas. Sangat penting untuk menyimpan gula pasir di tempat yang sejuk dan jauh dari sinar matahari. Ciri keempat adalah bahwa gula pasir yang baik adalah yang cepat larut. Kamu memerlukan waktu untuk mengetesnya dengan cara masukkan gula ke dalam air yang masih hangat. Kalau gula tersebut susah larut dalam air, berarti gula tersebut tidak berkualitas baik dan tidak layak dikonsumsi.

Ciri terakhir yang perlu kamu perhatikan adalah gula pasir yang baik untuk dikonsumsi itu pasti tidak akan menggumpal. Gula pasir biasanya akan menggumpal karena terkenal air atau terpapar panas sehingga akan mengkristal dan akan memanas. Sangat penting untuk memperhatikan apakah ada bagian gula pasir tersebut yang mencair, kalau ada gula tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Tepung Tapioka Sagu Tani

Perbedaan gula pasir dan gula jawa

Banyaknya jenis gula yang beredar di pasaran membuat kita bertanya-tanya mana yang terbaik, dan yang pasti kita akan sering menemukan dua jenis gula ini, gula pasir dan gula Jawa. Kedua gula ini tentu akan memberikan rasa manis jika kamu menggunakannya. Walaupun demikian, gula ini berbeda dari segi bahan yang terkandung, nutrisi, manfaat serta kegunaannya. Berikut ini penjelasannya.

Dari segi bahan yang terkandung, Gula Jawa berwarna cokelat dan tersedia dalam bentuk silinder atau lingkaran. Gula Jawa pun terbuat dari cairan manis pohon palem atau pohon kelapa. Setelah nira didapatkan dan dikumpulkan, nira pun dimasak hingga kental dan kemudian dicetak. Berbeda dari gula pasir, ia terbuat dari nira pohon tebu. Caranya adalah tebu dipanen dan dihancurkan, diperas, kemudian diambil sarinya. Sari tebu biasanya berbentuk cairan dan ditambahakan bahan lain agar campuran sari tebuh tersebut menjadi murni, setelah itu didinginkan dan dikristalkan sehingga berbentuk seperti gula pasir yang kita temui di dapur kita.

Dari nutrisi yang terkandung, gula jawa mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh seperti vitamin C, kalium, fosfor, magnesium, kalsium, dan zat besi. Selain itu, gula jawa juga mengandung zat fitronutrien, seperti polifenol, flavonoid, antosianin, dan antioksidan. Zat-zat tersebut akan membuat tubuh menjadi lebih berenergi dan dapat menangkal sel kanker. Kalau dari gula pasir, ia mengandung hampir seluruhnya karbohidrat. Dalam 100 gram gula pasir, diketahui bahwa kandungan karbohidratnya bisa mencapai 99,98 gram. WHO mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi gula pasir tidak lebih dari 4 sendok makan per hari atau tidak lebih dari 50 gram.

Dari segi kegunaan, biasanya gula jawa digunakan untuk olahan makanan karena teksturnya yang kenal dan dapat menyatu dengan bahan makanan lain. Kalau kamu perhatikan, gula jawa sering kamu temui sebagai isi dari klepon, bumbu rujak, kolak, serta pembuatan kecap manis. Gula pasir sendiri memiliki kegunaan untuk memaniskan minuman yang biasa kita konsumsi seperti teh, kopi, susu, dan untuk campuran kue. Perpaduan antara gula pasir dan garam pun ternyata bisa digunakan sebagai pengganti vetsin. Campuran keduanya akan mampu membuat makananmu menjadi lebih gurih. Dari segi rasa, gula jawa dan gula pasir sama-sama memberikan rasa manis pada makanan. Namun, gula jawa biasanya dikenal karena memiliki aroma khas yang cukup kuat dalam makanan.

Dari penjelasan di atas, kita harus pintar-pintar nih memilih distributor gula pasir yang tepat untuk mendapatkan gula pasir yang baik untuk dikonsumsi. Gula pasir dari Rosebrand inilah yang bisa menjadi pilihanmu dalam kategori gula pasir yang baik untuk dikonsumsi. Yuk, dapatkan gula pasir Rosebrand di toko-toko terdekat!